Pages - Menu

Selasa, 31 Oktober 2017

Cara Mengerjakan Sholat Ashar dan Bacaan lengkap

Tata Cara Sholat Ashar Dan Niatnya

  1. Wudhu terlebih dahulu, kemudian tutupi auratmu.
  2. Menghadap kiblat dan baca niat di dalam hati.

    Niat sholat ashar :

    Sholat Ashar
    Latin:
    Sholat Ashar
    Artinya:
    Sholat Ashar
    Niat ketika menjadi imam :
    Sholat Ashar
    Latin:
    Sholat Ashar
    Artinya:
    Sholat Ashar
    Niat ketika menjadi ma’mum :
    Sholat Ashar
    Latin:
    Sholat Ashar




    Artinya:
    Arti Niat Sholat Ashar Menjadi Mamum
    Takbiratul Ikhram, berdiri sambil mengucapkan takbir:
    "Allahu Akbar"
    Berdiri dengan kedua tangan diperut sambil membaca doa iftitah:
    "Allahu Akbaru kabira walhamdu lillahi kathira wasubhanallahhi bukratau waasila. Wajjahtu wajhia lillazi fataras sama wati wal ardha hanifam muslimaw wama ana minal musyrikin. Inna solati wanusuki wamahyaya wammamati lillahi rabbil'alamin. La syarikalahu wabiza lika umirtu wa ana minal muslimin."
    RAKAAT PERTAMA (DARI EMPAT RAKAAT)
     
    Masih dalam posisi yang sama, membaca surah Al fatihah dan Surah Al Ashr (surah Al Ashr dapat diganti dengan surah lainnya.) 

    Mengangkat takbir untuk bersiap rukuk:
    "Allahu Akbar"

    Tunduk untuk rukuk, membungkuk seraya kedua tangan diletakan di dengkul, membaca bacaan rukuk sebanyak 3 kali:
    "Subahana rabbial 'azimi wabihamdih."
     
    Iktidal sehabis rukuk, gerakan berdiri setelah rukuk seraya membaca:
    "Sami'allahu liman hamidah."
     
    Berdiri iktidal, berdiri tegak biasa seraya membaca:
    "Rabbana lakalhamdu mil assamawati wamil ardhi wamil a'maasyita min syai i'nba'du."
    Sujud pertama, kedua tangan menyentuh lantai, dan posisi dahi juga sejajar dengan kedua tangan, kedua dengkul menyangga sujud ini, sambil membaca bacaan sujud sebanyak 3 kali:
      "Subhana rabbiayal a'la wabihamdih."
     
    Duduk diantara dua sujud setelah sujud pertama, duduk seperti berlutut, sambil membaca:
    "Rabbighfirli warhamni wajburni warfa'kni warzuqni wahdini wa'afini wa'fu 'anni."
     
    Sujud kedua, sama seperti sujud pertama,  kedua tangan menyentuh lantai, dan posisi dahi juga sejajar dengan kedua tangan, kedua dengkul menyangga sujud ini, sambil membaca bacaan sujud sebanyak 3 kali:
    "Subhana rabbiayal a'la wabihamdih."


    RAKAAT KEDUA (DARI EMPAT RAKAAT)
    Berdiri pada rakaat kedua, tanpa mengangkat tangan lalu membaca surah Al fatihah dan Surah Al Kautsar  (surah Al-Kautsar dapat diganti dengan surah lainnya.)

    Mengangkat takbir untuk bersiap rukuk:
    "Allahu Akbar"

    Tunduk untuk rukuk, membungkuk seraya kedua tangan diletakan di dengkul, membaca bacaan rukuk sebanyak 3 kali:
    "Subahana rabbial 'azimi wabihamdih."
     
    Iktidal sehabis rukuk, gerakan berdiri setelah rukuk seraya membaca:
    "Sami'allahu liman hamidah."
     
    Berdiri iktidal, berdiri tegak biasa seraya membaca:
    "Rabbana lakalhamdu mil assamawati wamil ardhi wamil a'maasyita min syai i'nba'du."

    Sujud pertama di rakaat kedua, kedua tangan menyentuh lantai, dan posisi dahi juga sejajar dengan kedua tangan, kedua dengkul menyangga sujud ini, sambil membaca bacaan sujud sebanyak 3 kali:
    "Subhana rabbiayal a'la wabihamdih."
     
    Duduk diantara dua sujud setelah sujud pertama, duduk seperti berlutut, sambil membaca:
    "Rabbighfirli warhamni wajburni warfa'kni warzuqni wahdini wa'afini wa'fu 'anni."
     
    Sujud kedua, sama seperti sujud pertama,  kedua tangan menyentuh lantai, dan posisi dahi juga sejajar dengan kedua tangan, kedua dengkul menyangga sujud ini, sambil membaca bacaan sujud sebanyak 3 kali:
    "Subhana rabbiayal a'la wabihamdih."
     
    Duduk diantara dua sujud setelah sujud pertama, duduk seperti berlutut, sambil membaca tahiyat awal:
    "Attahiyatul mubarakatus solawatut taiyibatu laillah. Assalamu'alaika aiyuhan nabiyu warahmatullayhi wabarakatuh. Assalamu'alaina wa'la 'ibadillahis salihin.

    (Ketika masuk bacaan ini tangan telunjuk kanan menunjuk kedepan) Asyahadu alla illaha illallah. Wa'asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Allahumma solli'ala Muhammad."



    RAKAAT KETIGA (DARI EMPAT RAKAAT) 


    Berdiri pada rakaat kedua, tanpa mengangkat tangan lalu membaca surah Al fatihah dan Surah AL Maun (surah Al-Maun dapat diganti dengan surah lainnya.)

    Mengangkat takbir untuk bersiap rukuk:
    "Allahu Akbar"

    Tunduk untuk rukuk, membungkuk seraya kedua tangan diletakan di dengkul, membaca bacaan rukuk sebanyak 3 kali:
    "Subahana rabbial 'azimi wabihamdih."
     
    Iktidal sehabis rukuk, gerakan berdiri setelah rukuk seraya membaca:
    "Sami'allahu liman hamidah."
     
    Berdiri iktidal, berdiri tegak biasa seraya membaca:
    "Rabbana lakalhamdu mil assamawati wamil ardhi wamil a'maasyita min syai i'nba'du."

    Sujud pertama di rakaat kedua, kedua tangan menyentuh lantai, dan posisi dahi juga sejajar dengan kedua tangan, kedua dengkul menyangga sujud ini, sambil membaca bacaan sujud sebanyak 3 kali:
    "Subhana rabbiayal a'la wabihamdih."
     
    Duduk diantara dua sujud setelah sujud pertama, duduk seperti berlutut, sambil membaca:
    "Rabbighfirli warhamni wajburni warfa'kni warzuqni wahdini wa'afini wa'fu 'anni."
     
    Sujud kedua, sama seperti sujud pertama,  kedua tangan menyentuh lantai, dan posisi dahi juga sejajar dengan kedua tangan, kedua dengkul menyangga sujud ini, sambil membaca bacaan sujud sebanyak 3 kali:
    "Subhana rabbiayal a'la wabihamdih."


    RAKAAT KEEMPAT (DARI EMPAT RAKAAT) 


    Berdiri pada rakaat kedua, tanpa mengangkat tangan lalu membaca surah Al fatihah dan Surah Al-Ikhlash (surah Al-Ikhlash dapat diganti dengan surah lainnya.)

    Mengangkat takbir untuk bersiap rukuk:
    "Allahu Akbar"

    Tunduk untuk rukuk, membungkuk seraya kedua tangan diletakan di dengkul, membaca bacaan rukuk sebanyak 3 kali:
    "Subahana rabbial 'azimi wabihamdih."
     
    Iktidal sehabis rukuk, gerakan berdiri setelah rukuk seraya membaca:
    "Sami'allahu liman hamidah."
     
    Berdiri iktidal, berdiri tegak biasa seraya membaca:
    "Rabbana lakalhamdu mil assamawati wamil ardhi wamil a'maasyita min syai i'nba'du."

    Sujud pertama di rakaat kedua, kedua tangan menyentuh lantai, dan posisi dahi juga sejajar dengan kedua tangan, kedua dengkul menyangga sujud ini, sambil membaca bacaan sujud sebanyak 3 kali:
     "Subhana rabbiayal a'la wabihamdih."
     
    Duduk diantara dua sujud setelah sujud pertama, duduk seperti berlutut, sambil membaca:
    "Rabbighfirli warhamni wajburni warfa'kni warzuqni wahdini wa'afini wa'fu 'anni."
     
    Sujud kedua, sama seperti sujud pertama,  kedua tangan menyentuh lantai, dan posisi dahi juga sejajar dengan kedua tangan, kedua dengkul menyangga sujud ini, sambil membaca bacaan sujud sebanyak 3 kali:
    "Subhana rabbiayal a'la wabihamdih."

    Sujud kedua, sama seperti sujud pertama,  kedua tangan menyentuh lantai, dan posisi dahi juga sejajar dengan kedua tangan, kedua dengkul menyangga sujud ini, sambil membaca bacaan sujud sebanyak 3 kali:
    "Subhana rabbiayal a'la wabihamdih."
     
    Duduk tahiyat akhir dengan sedikit menyamping ke kiri sambil membaca doa:
    "Attahiyatul mubarakatus solawatut taiyibatu laillah. Assalamu'alaika aiyuhan nabiyu warahmatullayhi wabarakatuh. Assalamu'alaina wa'la 'ibadillahis salihin.

    (Ketika masuk bacaan ini tangan telunjuk kanan menunjuk kedepan) Asyahadu alla illaha illallah. Wa'asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Allahumma solli'ala Muhammad wa'ala aliMuhammad. Kama sollaita'ala Ibrahim wa'ala aliIbrahim. Wabarik 'ala Muhammad wa'ala aliMuhammad. Kama barakta 'ala Ibrahim wa'ala aliIbrahim. Fil 'alamina innaka hamidummajid."
    Kepala berpaling ke Kanan seraya mengucap salam, dan berpaling ke kiri seraya mengucap salam.
    "Assalamualaikum warahmatullah."





    Arti Niat Sholat Ashar Menjadi Mamum
    Sumber : http://tuntunansholat.info/sholat-ashar/   http://selaluislam.blogspot.co.id/2012/01/tata-cara-shalat-ashar.html

Cara Mengerjakan Sholat Dzuhur dan Bacaan Lengkap

panduan tata cara sholat dzuhur lengkap 4 raka'at berikut ini:

#1 - Raka'at Pertama Shalat Dzuhur

  1. Niat Sholat
    Sebelum takbiratul ikhram, kita berdiri tegak menghadap kiblat sambil mengukuhkan niat sholat di dalam hati untuk melaksanakan ibadah sholat karena Allah SWT. Untuk bacaan niat sholat dzuhur secara lengkap dapat Anda pelajari pada artikel saya terdahulu yaitu

    اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
    USHOL-LII FARDHODZ-DZUHRI ARBA'A ROKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN LILLAAHI TA'AALA
    Artinya :
    Saya shalat fardu Dhuhur empat raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala

    Catatan:
    Lafadz niat diatas dibaca ketika kita sholat dzuhur sendirian. Dan apabila kita sholat dzuhurnya secara berjama'ah menjadi ma'mum, maka lafadz niatnya adalah sebagai berikut :

    اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمً ِللهِ تَعَالَى
    USHOL-LII FARDHODZ-DZUHRI ARBA'A ROKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALA
    Artinya :
    Saya shalat fardu Dhuhur empat raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala

    Adapun jika menjadi imam, maka lafadz niatnya adalah sebagai berikut:

    اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
    USHOL-LII FARDHODZ-DZUHRI ARBA'A ROKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN IMAAMAN LILLAAHI TA'AALA
    Artinya :
    Saya shalat fardu Dhuhur empat raka'at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala
  2. Takbiratul Ikhram
    Takbiratul ikhram merupakah rukun sholat. Sehingga tidak akan sah sholat seseorang jika dengan sengaja meninggalkan salah satu rukun sholat. Adapun yang dimaksud dengan takbiratul ikhram adalah membaca atau mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR), bukan mengangkat kedua tangan. Sementara mengangkat tangan ketika takbiratul ihram hukumnya sunnah, tidak wajib.
  3. Berdiri Bersedekap
    Setelah selesai takbiratul ikhram (mengucapkan "ALLAAHU AKBAR") kemudian meletakkan telapak tangan kanan di atas pungguh telapak tangan kiri, keduanya tepat di atas dada atau ulu hati.
    kemudian membaca :
    1. Doa Iftitah
      Doa Iftitah adalah doa yang dibaca ketika shalat, antara takbiratul ihram raka'at pertama dan ta’awudz sebelum membaca surat Al Fatihah. Adapun hukum membaca doa iftitah dalam sholat adalah Sunnah. Berikut adalah lafadz bacaan doa iftitah
      اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا. وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا. وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْى ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
    2. Membaca Surat Al-Fatihah
      Setelah selesai membaca doa iftitah, kemudian dilanjutkan dengan membaca Fatihah. Membaca surat Al-Fatihah merupakan Rukun sholat pada setiap raka'at, baik itu sholat fardhu maupun sholat sunnah. Jadi, ini wajib dibaca. Adapun lafadz bacaannya adalah sebagai berikut :
      بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَاالصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صَرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِالْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّيْنَ
      Setelah selesai membaca Surat Fatihah kemudian diam sejenak dan membaca doa (kalimat) berikut ini dengan pelan-pelan
      رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ. آمِيْن
    3. Membaca Surat atau Ayat-ayat tertentu dari Al-Qur'an
      Setelah selesai membaca Surat Al-Fatihan dan Amin, kemudian membaca ayat atau surat Al-Qur'an. Disini saya contohkan membaca Surat Al-Ikhlas, berikut bacaannya:
      بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ. اَللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
  4. Ruku' disertai Tuma'ninah
    Menurut kesepakatan ulama, ruku' merupakan salah satu rukun sholat . Dalilnya yaitu Firman Allah SWT dalam Qur'an Surat Al-Hajj : 77 yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, ruku'lah dan bersujudlah...". Adapun tentang tuma'ninah yaitu berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya: "Kemudian ruku'ah sehingga engkau ruku' dengan tuma'ninah"

    Sebelum ruku' terlebih dahulu diawali dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga seperti ketika takbiratul ihram dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR). Ketika ruku', posisi pungguh dan kepala sejajah membentuk garis lurus, kedua telapak tangan berada tepat di lutut. Kedua lengan diusahakan selurus mungkin.
    Seraya membaca bacaan ketika ruku' seperti berikut ini:
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
    * Keterangan: Dibaca 3 kali
  5. I'tidal setelah Ruku' disertai Tuma'ninah
    Setelah selesai ruku', kemudian I'tidal, yaitu bangkit dari ruku' sembari mengangkat kedua tangan sejajar telinga, seraya membaca :
    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
    Kemudian kedua tangan diluruskan kebawah sambil berdiri tegak, seraya membaca :
    رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُمَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ
    Kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR) tanpa mengangkat kedua tangan lalu melakukan sujud
  6. Sujud disertai dengan Tuma'ninah
    Menurut ijma', sujud dalam setiap raka'at sebanyak dua kali termasuk rukun sholat. Dalilnya yaitu Firman Allah SWT dalam Qur'an Surat Al-Hajj : 77 yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, ruku'lah dan bersujudlah..."
    Adapun cara sujud adalah sebagai berikut :
    1. Meletakkan kedua lutut dan jari jemari kedua kaki diatas sajadah (tempat sujud)
    2. Disusul dengan meletakkan kedua telapak tangan diatas sajadah, diteruskan dengan merapatkan dahi dan hidung diatas sajadah. Dengan posisi kedua telapak tangan sejajar dengan pundak
    3. Meregangkan kedua telapak tangan dari lambung dan siku terangkat ke atas, tidak menempel ke lantai, kemudian membaca bacaan ketika sujud. Berikut bacaannya:
      سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
      * Keterangan: Dibaca 3 kali

      Kemudian bangun dari sujud dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR), untuk kemudian melakukan duduk di antara dua sujud.
  7. Duduk diantara Dua Sujud disertai dengan Tuma'ninah
    Ini juga merupakan salah satu rukun sholat, berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya: "Kemudian bersujudlah sampai sujudmu tuma'ninah, kemudian bangkitlah sampai engkau duduk dengan tuma'ninah, kemudian sujudlah sampai engkau sujud dengan tuma'ninah"
    Adapun cara duduk diantara dua sujud adalah sebagai berikut:
    1. Duduk diatas telapak kaki kiri, sedangkan kaki kanan bertumpu dengan ujung jari-jari yang dilipat ke bawah
    2. Kedua telapak tangan diletakkan di atas kedua lutut, kemudian membaca doa berikut ini :
      رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

    Kemudian kembali melakukan sujud yang kedua kalinya seraya mengucapkan "ALLAAHU AKBAR"
  8. Sujud Kedua
    Untuk sujud kedua cara dan bacaannya sama seperti halnya sujud pertama, yaitu:
    1. Meletakkan kedua lutut dan jari jemari kedua kaki diatas sajadah (tempat sujud)
    2. Disusul dengan meletakkan kedua telapak tangan diatas sajadah, diteruskan dengan merapatkan dahi dan hidung diatas sajadah. Dengan posisi kedua telapak tangan sejajar dengan pundak
    3. Meregangkan kedua telapak tangan dari lambung dan siku terangkat ke atas, tidak menempel ke lantai, kemudian membaca bacaan ketika sujud. Berikut bacaannya:
      سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
      * Keterangan: Dibaca 3 kali

      Kemudian bangun dari sujud untuk berdiri tegak seraya mengucapkan "ALLAAHU AKBAR" lalu bersedekap. Dan dilanjutkan ke roka'at kedua sholat dzuhur.

#2 - Raka'at Kedua Shalat Dzuhur

Setelah bangun dari sujud kedua pada raka'at pertama, maka selanjutnya berdiri tegak dengan posisi tangan bersedekap yakni meletakkan telapak tangan kanan di atas pungguh telapak tangan kiri, keduanya tepat di atas dada atau ulu hati. Kemudian :
  1. Membaca Surat Al-Fatihah
    Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa membaca Surat Al-Fatihah merupakan rukun sholat yang wajib dibaca. Berikut bacaannya :
    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَاالصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صَرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِالْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّيْنَ
    Setelah selesai membaca Surat Fatihah kemudian diam sejenak dan membaca doa (kalimat) berikut ini dengan pelan-pelan
    رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ. آمِيْن
  2. Membaca Surat-surat Al-Qur'an
    Pada raka'at kedua setelah membaca Surat Al-Fatihah, sebagai contoh disini saya kemudian membaca surat Al-Falaq. Anda bisa menggantinya dengan ayat atau surat-surat al-qur'an lainnya setelah Surat Fatihah. Berikut adalah bacaan surat Al-Falaq.
    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
  3. Ruku' disertai Tuma'ninah
    Sebelum ruku' terlebih dahulu diawali dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga seperti ketika takbiratul ihram dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR). Untuk cara ruku' sudah saya paparkan diatas. Adapun bacaan ketika ruku adalah sebagai berikut :
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
    * Keterangan: Dibaca 3 kali
  4. I'tidal setelah Ruku' disertai Tuma'ninah
    Setelah selesai ruku', kemudian I'tidal, yaitu bangkit dari ruku' sembari mengangkat kedua tangan sejajar telinga, seraya membaca :
    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
    Kemudian kedua tangan diluruskan kebawah sambil berdiri tegak, seraya membaca :
    رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُمَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ
    Kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR) tanpa mengangkat kedua tangan lalu melakukan sujud pertama pada raka'at kedua
  5. Sujud disertai dengan Tuma'ninah
    Untuk tata cara sujud sudah saya jelaskan diatas. Adapun bacaan ketika sujud adalah sebagai berikut :
    سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
    * Keterangan: Dibaca 3 kali

    Kemudian bangun dari sujud dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR), untuk kemudian melakukan duduk di antara dua sujud pada raka'at kedua
  6. Duduk diantara Dua Sujud disertai dengan Tuma'ninah
    Penjelasan mengenai duduk diantara dua sujud sudah saya paparkan pada raka'at pertama diatas. Jika duduk sudah sempurna, maka membaca doa/kalimat berikut :
    رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

    Kemudian kembali melakukan sujud yang kedua kalinya pada raka'at kedua, seraya mengucapkan "ALLAAHU AKBAR"
  7. Sujud Kedua pada Raka'at Kedua
    Sama seperti pada sujud-sujud raka'at lainnya, dan membaca :
    سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
    * Keterangan: Dibaca 3 kali
    Kemudian bangun dari sujud seraya mengucapkan "ALLAAHU AKBAR" untuk kemudian duduk tasyahud awal (tahiyyat awal).
  8. Duduk Tasyahud (Tahiyyat) Awal
    Tahiyyat atau tasyahhud awal hanya dilakukan dalam sholat yang jumlah roka'atnya lebih dari dua raka'at. Karena ini adalah sholat dzuhur maka ada tasyahud awalnya. Tahiyyat (Tasyahhud) awal termasuk dalam sunnah ab'adh yaitu gerakan dan/atau bacaan dalam shalat yang apabila lupa dikerjakan, maka harus diganti atau ditebus dengan sujud sahwi. Untuk bacaan tahiyyat awal adalah sebagai berikut :
    اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
    Adapun cara tahiyyah awal adalah sebagai berikut :
    1. Duduk diatas telapak kaki kiri, sedang kaki kanan bertumpu dengan ujung jari-jari yang dilipat ke bawah
    2. Jari telunjuk kanan diacungkan ketika membaca kalimat اِلاَّاللهُ (IL-LALLAAHI), sementara jari-jari yang lain menggenggam
    3. Telapak tangan kiri diletakkan diatas lutut kiri
    Setelah selesai membaca bacaan tahiyyat awal, kemudian bangun untuk berdiri tegak sembari membaca takbir (ALLAAHU AKBAR), kemudian dilanjutkan ke roka'at ketiga shalat dzuhur.

#3 - Raka'at Ketiga Shalat Dzuhur

Setelah bangun dari tasyahud awal, maka selanjutnya berdiri tegak dengan posisi tangan bersedekap yakni meletakkan telapak tangan kanan di atas pungguh telapak tangan kiri, keduanya tepat di atas dada atau ulu hati. Kemudian :
  1. Membaca Surat Al-Fatihah
    Seperti pada raka'at-raka'at sebelumnya, membaca Fatihah adalah wajib karena ini merupakan rukun sholat. Berikut bacaannya :
    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَاالصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صَرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِالْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّيْنَ
    Setelah selesai membaca Surat Fatihah kemudian diam sejenak dan membaca doa (kalimat) berikut ini dengan pelan-pelan
    رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ. آمِيْن

    Di raka'at ketiga ini, setelah selesai membaca Surat Al-Fatihah kemudian langsung dilanjutkan dengan ruku' seraya membaca takbir (ALLAAHU AKBAR), tanpa harus membaca surat atau ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur'an seperti halnya pada raka'at pertama dan kedua.
  2. Ruku' disertai Tuma'ninah
    Sebagaimana sudah dijelaskan diatas, ketika ruku' posisi pungguh dan kepala sejajah membentuk garis lurus, kedua telapak tangan berada tepat di lutut. Kedua lengan diusahakan selurus mungkin. kemudian membaca bacaan ketika ruku' seperti berikut ini:
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
    * Keterangan: Dibaca 3 kali
  3. I'tidal setelah Ruku' disertai Tuma'ninah
    Setelah selesai ruku', kemudian I'tidal, yaitu bangkit dari ruku' sembari mengangkat kedua tangan sejajar telinga, seraya membaca :
    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
    Kemudian kedua tangan diluruskan kebawah sambil berdiri tegak, seraya membaca :
    رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُمَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ
    Kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR) tanpa mengangkat kedua tangan lalu melakukan sujud pada raka'at ketiga
  4. Sujud disertai dengan Tuma'ninah
    Sama seperti sujud pada raka'at-raka'at sebelumnya dan kemudian membaca :
    سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
    * Keterangan: Dibaca 3 kali

    Kemudian bangun dari sujud dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR), untuk kemudian melakukan duduk di antara dua sujud pada raka'at ketiga
  5. Duduk diantara Dua Sujud disertai dengan Tuma'ninah
    Caranya sama seperti pada raka'at pertama dan kedua, kemudian membaca doa berikut ini:
    رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

    Kemudian kembali melakukan sujud yang kedua kalinya pada raka'at ketiga seraya mengucapkan "ALLAAHU AKBAR"
  6. Sujud Kedua pada Raka'at Ketiga
    Untuk sujud cara dan bacaannya sama seperti sujud pada raka'at sebelumnya, dan membaca doa ketika sujud berikut ini :
    سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
    * Keterangan: Dibaca 3 kali

    Kemudian bangun dari sujud untuk berdiri tegak seraya mengucapkan "ALLAAHU AKBAR" lalu bersedekap. Kemudian dilanjutkan dengan raka'at keempat sholat dzuhur.

#4 - Raka'at Keempat Shalat Dzuhur

Setelah bangun dari sujud kedua pada raka'at ketiga, maka selanjutnya berdiri tegak dengan posisi tangan bersedekap yakni meletakkan telapak tangan kanan di atas pungguh telapak tangan kiri, keduanya tepat di atas dada atau ulu hati. Kemudian :
  1. Membaca Surat Al-Fatihah
    Membaca Surat Al-Fatihah ini harus dilakukan disetiap raka'at karena ini merupakan rukun sholat. Bacaannya adalah sebagai berikut:
    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَاالصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صَرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِالْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّيْنَ
    Setelah selesai membaca Surat Fatihah kemudian diam sejenak dan membaca doa (kalimat) berikut ini dengan pelan-pelan
    رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ. آمِيْن
    Raka'at keempat ini sama seperti pada raka'at ketiga yaitu setelah selesai membaca Surat Al-Fatihah kemudian langsung dilanjutkan dengan ruku' seraya membaca takbir (ALLAAHU AKBAR).
  2. Ruku' disertai Tuma'ninah
    Secara lengkap untuk cara ruku' sudah saya paparkan pada raka'at pertama. Adapun bacaan ketika ruku adalah sebagai berikut :
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
    * Keterangan: Dibaca 3 kali
  3. I'tidal setelah Ruku' disertai Tuma'ninah
    Setelah selesai ruku', kemudian I'tidal, yaitu bangkit dari ruku' sembari mengangkat kedua tangan sejajar telinga, seraya membaca :
    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
    Kemudian kedua tangan diluruskan kebawah sambil berdiri tegak, seraya membaca :
    رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُمَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ
    Kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR) tanpa mengangkat kedua tangan lalu melakukan sujud yang pertama pada raka'at keempat.
  4. Sujud disertai dengan Tuma'ninah
    Untuk tata cara sujud sudah saya jelaskan diatas. Adapun bacaan ketika sujud adalah sebagai berikut :
    سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
    * Keterangan: Dibaca 3 kali

    Kemudian bangun dari sujud dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR), untuk kemudian melakukan duduk di antara dua sujud pada raka'at keempat
  5. Duduk diantara Dua Sujud disertai dengan Tuma'ninah
    Penjelasan mengenai duduk diantara dua sujud sudah saya paparkan pada raka'at pertama diatas. Jika duduk sudah sempurna, maka membaca doa/kalimat berikut :
    رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
    Kemudian kembali melakukan sujud yang kedua kalinya pada raka'at keempat, seraya mengucapkan "ALLAAHU AKBAR"
  6. Sujud Kedua pada Raka'at Keempat
    Sama seperti pada sujud-sujud pada raka'at lainnya, dan membaca :
    سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
    * Keterangan: Dibaca 3 kali
    Kemudian bangun dari sujud seraya mengucapkan "ALLAAHU AKBAR" untuk kemudian duduk tasyahud akhir (tahiyyat akhir).
  7. Duduk Tasyahud (Tahiyyat) Akhir
    Duduk dan membaca tasyahud akhir merupakan salah satu rukun shalat. Apabila ditinggalkan baik secara sengaja maupun tidak sengaja maka shalatnya batal. Adapun cara duduk tahiyyah akhir adalah sebagai berikut :
    1. Duduk diatas telapak kaki kiri, sedang kaki kanan bertumpu dengan ujung jari-jari yang dilipat ke bawah
    2. Jari telunjuk kanan diacungkan ketika membaca kalimat اِلاَّاللهُ (IL-LALLAAHI), sementara jari-jari yang lain menggenggam
    3. Telapak tangan kiri diletakkan diatas lutut kiri

    Untuk bacaan tasyahhud atau tahiyyat akhir secara lengkap adalah sebagai berikut :
    اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِجَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ ﻟِﻲ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَﺳْﺮَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَﺳْﺮَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْـمُقَدِّمُ وَ أَنْتَ الْـمُؤَخِّرُ لَآ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. اللَّهمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا كَبِيْرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ. يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
    * Keterangan: Bacaan tasyahhud akhir diatas merupakan bacaan secara lengkap dengan doa-doa setelah tasyahud akhir sebelum salam.
  8. Mengucapkan Salam
    Mengucapkan salam merupakan salah satu rukun shalat. Hal ini berdasarkan dalil Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ
    Artinya :
    “Kunci shalat adalah bersuci, yang mengharamkannya adalah takbiratul ihram, dan yang menghalalkannya adalah salam.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Turmudzi, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)
    Adapun bacaan salam ketika sholat adalah sebagai berikut :
    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
    Tata cara salam :
    1. Mengucap salam seraya telunjuk jari kanan di tarik kembali dan menoleh ke arah kanan hingga pipi kanan kelihatan seluruhnya dari belakang
    2. Diteruskan dengan mengucapkan salam kembali seraya menoleh ke arah kiri hingga pipi kiri kelihatan dari belakang


Setelah membaca salam saat sholat, berarti kita sudah selesai mengerjakan sholat tersebut. Selanjutnya dianjurkan untuk membaca wiridan yang kemudian disusul dengan membaca doa setelah sholat.



Sumber : http://ofasholatan.blogspot.co.id/2015/11/panduan-cara-sholat-dzuhur-4-rakaat-lengkap.html

Cara Mengerjakan Shalat Subuh dan Bacaan Lengkap

Dalam pengertian Shalat Subuh (bahasa Arab: صلاة الصبح) ialah salah satu salat wajib yang terdapat pada shalat wajib lima waktu yang dikerjakan pada waktu setelah terbitnya fajar hingga menjelang matahari terbit.
Berikut ini adalah tata cara mengerjakan shalat subuh dengan membaca Qunut.

Tata Cara Ibadah Shalat Subuh

1. Pertama adalah Menyucikan diri dengan berwudhu, belum tahu caranya baca ( cara wudhu )
2. Kedua adalah tata cara dalam berpakaian perlu kita diperhatikan:
  • Untuk Laki laki adalah Menutup aurat sekurang – kurangnya dari pangkal leher sampai ke mata kaki.
  • Untuk Wanita adalah menutup seluruh auratnya kecuali muka dan kedua telapak tangan.
3. Ketiga adalah berdiri tegak, lalu membaca Niat Shalat Subuh:
http://tuntunanshalat.com/wp-content/uploads/2014/01/niat-shalat-subuh.png
4. Takbiratul Ikhram, berdiri sambil mengucapkan takbir “Allahu Akbar” :
5. Setelah takbir berdiri dengan kedua tangan berada diperut sambil membaca doa iftitah:
http://tuntunanshalat.com/wp-content/uploads/2014/01/doa-iftitah.png

Langkah Shalat Subuh Rakaat Pertama
1. Masih dalam posisi berdiri setelah membaca doa iftitah, kemudian membaca surah Al fatihah dan Surah Al Ikhlas, surah Al Ikhlas dapat diganti dengan surah lainnya yang anda hafal.
2. Mengucapkan takbir “Allahu Akbar” untuk bersiap rukuk:
3. Tunduk untuk melakukan rukuk, dengan cara membungkuk bersamaan dengan kedua tangan yang diletakan di atas dengkul, kemudian membaca bacaan rukuk sebanyak 3 kali:
“Subahana rabbial ‘azimi wabihamdih.”
4. Melakukan Iktidal setelah rukuk dan melakukan gerakan berdiri setelah rukuk dengan membaca :
“Sami’allahu liman hamidah.”
5. Berdiri iktidal, berdiri tegak biasa, dengan membaca :
“Rabbana lakalhamdu mil assamawati wamil ardhi wamil a’maasyita min syai i’nba’du.”
6. Setalah bacaan iktidal selesai kemudian melakukan Sujud pertama, dengan kedua tangan menyentuh lantai, dan juga posisi dahi kita juga sejajar dengan kedua tangan, dab kedua dengkul menyangga sujud, dengan membaca bacaan sujud sebanyak 3 kali:
“Subhana rabbiayal a’la wabihamdih.”
7. Setelah sujud pertama adalah duduk diantara dua sujud, kemudian duduk seperti berlutut, dengan membaca:
“Rabbighfirli warhamni wajburni warfa’kni warzuqni wahdini wa’afini wa’fu ‘anni.”
8. Sujud yang kedua, sama seperti sujud pertama, dengan membaca bacaan sujud sebanyak 3 kali.
Langkah Shalat Subuh Rakaat Kedua
1. Berdiri pada rakaat kedua setelah melakukan sujud pada rakaat pertama, tanpa mengangkat tangan kemudian adalah membaca surah Al fatihah dan Surah lain yang anda hafal.
2. Mengucapkan takbir “Allahu Akbar” untuk bersiap rukuk:
3. Tunduk untuk melakukan rukuk, dengan cara membungkuk bersamaan dengan kedua tangan yang diletakan di atas dengkul, kemudian membaca bacaan rukuk sebanyak 3 kali:
“Subahana rabbial ‘azimi wabihamdih.”
4. Melakukan Iktidal sehabis rukuk, dan melakukan gerakan berdiri setelah rukuk dengan membaca :
“Sami’allahu liman hamidah.”
5. Berdiri iktidal, berdiri tegak biasa, dengan membaca :
“Rabbana lakalhamdu mil assamawati wamil ardhi wamil a’maasyita min syai i’nba’du.”
6. Masih dalam posisi berdiri iktidal, kemudian membaca membaca doa Qunut
http://tuntunanshalat.com/wp-content/uploads/2014/01/doa-Qunut.png
7. Selanjutnya melakukan Sujud pertama dan kedua dalam rakaat kedua, teknik sama seperti sujud pada rakaat pertama, dan sama pula dengan duduk diantara 2 sujud pertama bacaan sama seperti pada rakaat pertama
8. Kemudian adalah duduk tahiyat akhir dengan posisi sedikit menyamping ke kiri dengan membaca doa:

9. Terakhir adalah Kepala berpaling ke arah Kanan dengan mengucapkan salam, dan kemudian berpaling ke kiri dengan mengucapkan salam.
“Assalamualaikum warahmatullah.”
Sekian yang harus anda pelajari untuk menunaikan ibadah shalat subuh dengan benar, dan untuk bacaan surah jika anda belum bisa menghafal surah yang panjang anda hafakan surah-surah pendek terlebih dahulu.
Sekian dari kami semoga dengan adanya ini kita bisa mendapatkan manfaat yang banyak dan mendapat meningkatkan ibadah kepada Allah SWT agar terus bertambah pahala yang kita miliki. Aamiin.






Sumber :  http://tuntunanshalat.com/cara-mengerjakan-shalat-subuh-dengan-qunut/